TOEFL
Nama : Akmal Dzulham Muhammad
NIM : 1708305065
Strategi Mendapatkan Skor 500 Pada Tes TOEFL (Test of English as a Foreign Language)
Adapun jenis-jenis tes TOEFL adalah :
PBT (Paper Based Test)
Adalah jenis tes TOEFL yang berbasis pada kertas.
Pada TOEFL ini terdapat beberapa skill bahasa inggris yang diujikan, meliputi: Listening, Structure and Written Expression, dan Reading. Ujian TOEFL ini membutuhkan waktu selama 2-2,5 jam dengan skor rang 310-677.
CBT (Computer Based Test)
Adalah Tse TOEFL yang menggunakan komputer sebagai sarana atau alat selama ujian.
Pada TOEFL CBT, skill yang digunakan adalah listening, reading, and writing. Ujian pada TOEFL ini berlangsung selama 2-2,5 jam dengan skor 0-300.
IBT (Internet Based Test)
Jenis TOEFL ini merupakan baru yang diluncurkan ETS (Educational Testing Service) pada tahun 2005. Namun pertama diberlakukan di Indonesia pada tahun2006.
IBT adalah tes TOEFL yang menggunakan internet sebagai sarana dalam penyelenggaraannya.
Seperti halnya jenis TOEFL lain, dalam TOEFL IBT terdapat beberapa skill yang diujikan, yaitu reading, listening, speaking, dan writting. IBT berlangsung selama 4 jam denga skor 0-120.
Bagian-bagian pada Test TOEFL
Listening Comprehension
Bagian ini menguji kemampuan test peserta test dalam bidang percakapan.
Bagian Test:
Part A (Short Conversation) Jumlah soal 30, total waktu 30-40 menit.
Part B (Long Conversation) Jumlah soal 8, total waktu 30-40 menit.
Part C (Talks) Jumlah soal 12, total waktu 30-40 menit.
Structure and Written Expression
Bagian ini menguji kemampuan peserta pada tata bahasa inggris.
Bagian Test:
Part A Complete Sentence, jumlah soal 15, total waktu 25 menit.
Part B Error Recognition, jumlah soal 25, total waktu 25 menit.
Reading Comprehensif
Bagian ini menguji pada kemampuan peserta test pada bidang memahami wacana.
Bagian Test, 5 atau 6 wacana (8-12 soal perwacana), jumlah soal 50 dengan waktu 55 menit.
Penilaian pada Test TOEFL
Penilaiannya menggunakan sistem konversi. Artinya jumlah jawaban benar akan diberi nilai pada tingkatan tertentu. Contoh:
Section 1 jawaban yang benarnya adalah 43
Section 2 jawaban yang benarnya adalah 28
Section 3 jawaban yang benarnya adalah 37
Jawaban setelah dikonversikan menjadi 43=60, 28=52, 37=53. Kemudian dijumlahkan dan dikali, dan hasilnya 1650. Setelah itu dibagi 3, dan hasilnya 550. Jadi 550 adalah skor TOEFL nya.
Ada 4 tingkatan skor yang diakui, yaitu:
310-420= tingkat dasar (elementary)
420-480= tingkat menengah bawah ( low entermediate)
480-520= tingkat menengah atas (high entermediate)
525-677= tingkat mahir (advance)
Strategi pada bagian Listening
Untuk Part A (Short Conversation)
Trik menjawab:
Fokuskan pendengaran pada orang kedua
Jangan panik bila tidak bisa memahami kata dalam percakapan. Anda hanya perlu menangkap ide atau isi percakapan.
Pilihlah jawaban yang berbeda dari apa yang Anda dengar.
Pahami bentuk-bentuk functional expression seperti agreement (persetujuan), uncertainty (ketidakpastiaan), sugestion (saran), surprise (keterkejutan), idiomatic expression, dan situasi ketika pembicaraan dilakukan.
Contoh:
What does the man/woman mean?
What will the speaker do?
Untuk Part B (Longer Conversation)
Trik Menjawab:
Ketika narator membacakan petunjuk Part B, Anda sebaiknya membaca pilihan jawaban secara sekilas kemudian merekamnya dan memperkirakan tema apa yang akan menjadi perbincangan.
Harus mengetahui tema/topik yang dibicarakan.
Cermati kondisi dan situasi yang terjadi.
Waspadalah terhadap masing-masing pertanyaan.
Contoh:
Where does the conversation take place?
When did it occur?
Untuk Part C (Talks)
Trik menjawab:
Temukan kata kuncinya di pilihan-pilihan jawaban.
Waspadailah pembicaraan pada kalimat pertama karena biasanya akan menjadi topik bagi kalimat-kalimat selanjutnya.
Fokuskan pendengaran pada hal-hal yang berkaitan dengan 5W + 1H.
Buatlah kesimpulan situasi yang terjadi saat pembicaraan dilakukan.
Contoh:
Pertanyaan tentang pikiran utama:
What is the main idea of the talk?
What is the talk mainly about?
Pertanyaan tentang detail percakapan:
What does the man/woman want?
What is the man/woman describing?
Pertanyaan mengenai tujuan:
Why did?
Why is?
Pertanyaan yang didasari atas maksud/implikasi:
What does the speaker imply about?
What does the speaker infer about?
Pertanyaan tentang permintaan untuk memilih gambar, mencocokkan pertanyaan, dan mengelompokkan jawaban:
You may be asked to match two concept together.
You may be asked to categorize certain concepts.
Strategi pada bagian Structure and Written Expression
Trik menjawab:
Pastikan kesesuaian kalimat yang memiliki subject dan verb.
Contoh:
..... was backed up for miles on the freeway.
Yesterday
In the morning
Traffic
Cars
Dalam contoh di atas, anda melihat bahwa ada sebuah kata kerja (verb), tapi tidak ada subjek. C adalah jawaban yang tepat karena mengandung subjek tunggal. A dan B bukanlah subjek. Sedangkan D adalah subjek, tetapi berbentuk jamak.
Perhatikan betul objek dari kata depan.
Contoh:
With his friend.... found the movie theatre.
Has
He
Later
When
Jawaban B adalah yang benar, karena pertanyaan tersebut mencari subjek. Sedangkan A, C, dan D bukan merupakan subjek.
Hati-hati terhadap Appositives
Appositives merupakan kata benda yang datang sebelum atau sesudah kata benda lain, namun memiliki keterikatan yang sama.
Contoh soal:
..... Sarah rarely misses her basketball shots.
An excellent basketball player
An excellent basketball player is
Sarah is an excellent basketball player
Her excellent basketball play
Sarah adalah subjek, misses adalah kata kerja karena tidak dipisahkan oleh koma. A adalah jawaban yang tepat. B, dan C berisi kata kerja is. Padahal Appositives tidak membutuhkan kata kerja. Sedangkan D berisi kata benda (play), tapi itu menunjukan status dari Sarah.
Hati-hati terhadap Past Participle
Past Participle adalah bentuk kata kerja yang didahului be (am, is, are, was, were), dan have (have, has, had).
Verb
Contoh:
The family has purchased a television.
The poem was written by Paul.
Adjective (Kata Sifat)
Past Participle dapat menjadi kata sifat apabila tidak disertai bentuk be atau have.
Contoh:
The television purchased yesterday was expensive.
The poem written by Paul appeared in the magazine.
Gunakan kata penghubung dengan benar
Banyak kalimat dalam bahasa inggris mempunyai lebih dari 1 klausa:
I am learning.
Mom is cooking, and Dad is working in the garden.
The girl who is looking at me is my neighbour.
Strategi pada bagian Reading Comprehension
Jawab pertanyaan gagasan utama dengan tepat.
Menjawab pertanyaan khusus dengan benar.
NIM : 1708305065
Strategi Mendapatkan Skor 500 Pada Tes TOEFL (Test of English as a Foreign Language)
Adapun jenis-jenis tes TOEFL adalah :
PBT (Paper Based Test)
Adalah jenis tes TOEFL yang berbasis pada kertas.
Pada TOEFL ini terdapat beberapa skill bahasa inggris yang diujikan, meliputi: Listening, Structure and Written Expression, dan Reading. Ujian TOEFL ini membutuhkan waktu selama 2-2,5 jam dengan skor rang 310-677.
CBT (Computer Based Test)
Adalah Tse TOEFL yang menggunakan komputer sebagai sarana atau alat selama ujian.
Pada TOEFL CBT, skill yang digunakan adalah listening, reading, and writing. Ujian pada TOEFL ini berlangsung selama 2-2,5 jam dengan skor 0-300.
IBT (Internet Based Test)
Jenis TOEFL ini merupakan baru yang diluncurkan ETS (Educational Testing Service) pada tahun 2005. Namun pertama diberlakukan di Indonesia pada tahun2006.
IBT adalah tes TOEFL yang menggunakan internet sebagai sarana dalam penyelenggaraannya.
Seperti halnya jenis TOEFL lain, dalam TOEFL IBT terdapat beberapa skill yang diujikan, yaitu reading, listening, speaking, dan writting. IBT berlangsung selama 4 jam denga skor 0-120.
Bagian-bagian pada Test TOEFL
Listening Comprehension
Bagian ini menguji kemampuan test peserta test dalam bidang percakapan.
Bagian Test:
Part A (Short Conversation) Jumlah soal 30, total waktu 30-40 menit.
Part B (Long Conversation) Jumlah soal 8, total waktu 30-40 menit.
Part C (Talks) Jumlah soal 12, total waktu 30-40 menit.
Structure and Written Expression
Bagian ini menguji kemampuan peserta pada tata bahasa inggris.
Bagian Test:
Part A Complete Sentence, jumlah soal 15, total waktu 25 menit.
Part B Error Recognition, jumlah soal 25, total waktu 25 menit.
Reading Comprehensif
Bagian ini menguji pada kemampuan peserta test pada bidang memahami wacana.
Bagian Test, 5 atau 6 wacana (8-12 soal perwacana), jumlah soal 50 dengan waktu 55 menit.
Penilaian pada Test TOEFL
Penilaiannya menggunakan sistem konversi. Artinya jumlah jawaban benar akan diberi nilai pada tingkatan tertentu. Contoh:
Section 1 jawaban yang benarnya adalah 43
Section 2 jawaban yang benarnya adalah 28
Section 3 jawaban yang benarnya adalah 37
Jawaban setelah dikonversikan menjadi 43=60, 28=52, 37=53. Kemudian dijumlahkan dan dikali, dan hasilnya 1650. Setelah itu dibagi 3, dan hasilnya 550. Jadi 550 adalah skor TOEFL nya.
Ada 4 tingkatan skor yang diakui, yaitu:
310-420= tingkat dasar (elementary)
420-480= tingkat menengah bawah ( low entermediate)
480-520= tingkat menengah atas (high entermediate)
525-677= tingkat mahir (advance)
Strategi pada bagian Listening
Untuk Part A (Short Conversation)
Trik menjawab:
Fokuskan pendengaran pada orang kedua
Jangan panik bila tidak bisa memahami kata dalam percakapan. Anda hanya perlu menangkap ide atau isi percakapan.
Pilihlah jawaban yang berbeda dari apa yang Anda dengar.
Pahami bentuk-bentuk functional expression seperti agreement (persetujuan), uncertainty (ketidakpastiaan), sugestion (saran), surprise (keterkejutan), idiomatic expression, dan situasi ketika pembicaraan dilakukan.
Contoh:
What does the man/woman mean?
What will the speaker do?
Untuk Part B (Longer Conversation)
Trik Menjawab:
Ketika narator membacakan petunjuk Part B, Anda sebaiknya membaca pilihan jawaban secara sekilas kemudian merekamnya dan memperkirakan tema apa yang akan menjadi perbincangan.
Harus mengetahui tema/topik yang dibicarakan.
Cermati kondisi dan situasi yang terjadi.
Waspadalah terhadap masing-masing pertanyaan.
Contoh:
Where does the conversation take place?
When did it occur?
Untuk Part C (Talks)
Trik menjawab:
Temukan kata kuncinya di pilihan-pilihan jawaban.
Waspadailah pembicaraan pada kalimat pertama karena biasanya akan menjadi topik bagi kalimat-kalimat selanjutnya.
Fokuskan pendengaran pada hal-hal yang berkaitan dengan 5W + 1H.
Buatlah kesimpulan situasi yang terjadi saat pembicaraan dilakukan.
Contoh:
Pertanyaan tentang pikiran utama:
What is the main idea of the talk?
What is the talk mainly about?
Pertanyaan tentang detail percakapan:
What does the man/woman want?
What is the man/woman describing?
Pertanyaan mengenai tujuan:
Why did?
Why is?
Pertanyaan yang didasari atas maksud/implikasi:
What does the speaker imply about?
What does the speaker infer about?
Pertanyaan tentang permintaan untuk memilih gambar, mencocokkan pertanyaan, dan mengelompokkan jawaban:
You may be asked to match two concept together.
You may be asked to categorize certain concepts.
Strategi pada bagian Structure and Written Expression
Trik menjawab:
Pastikan kesesuaian kalimat yang memiliki subject dan verb.
Contoh:
..... was backed up for miles on the freeway.
Yesterday
In the morning
Traffic
Cars
Dalam contoh di atas, anda melihat bahwa ada sebuah kata kerja (verb), tapi tidak ada subjek. C adalah jawaban yang tepat karena mengandung subjek tunggal. A dan B bukanlah subjek. Sedangkan D adalah subjek, tetapi berbentuk jamak.
Perhatikan betul objek dari kata depan.
Contoh:
With his friend.... found the movie theatre.
Has
He
Later
When
Jawaban B adalah yang benar, karena pertanyaan tersebut mencari subjek. Sedangkan A, C, dan D bukan merupakan subjek.
Hati-hati terhadap Appositives
Appositives merupakan kata benda yang datang sebelum atau sesudah kata benda lain, namun memiliki keterikatan yang sama.
Contoh soal:
..... Sarah rarely misses her basketball shots.
An excellent basketball player
An excellent basketball player is
Sarah is an excellent basketball player
Her excellent basketball play
Sarah adalah subjek, misses adalah kata kerja karena tidak dipisahkan oleh koma. A adalah jawaban yang tepat. B, dan C berisi kata kerja is. Padahal Appositives tidak membutuhkan kata kerja. Sedangkan D berisi kata benda (play), tapi itu menunjukan status dari Sarah.
Hati-hati terhadap Past Participle
Past Participle adalah bentuk kata kerja yang didahului be (am, is, are, was, were), dan have (have, has, had).
Verb
Contoh:
The family has purchased a television.
The poem was written by Paul.
Adjective (Kata Sifat)
Past Participle dapat menjadi kata sifat apabila tidak disertai bentuk be atau have.
Contoh:
The television purchased yesterday was expensive.
The poem written by Paul appeared in the magazine.
Gunakan kata penghubung dengan benar
Banyak kalimat dalam bahasa inggris mempunyai lebih dari 1 klausa:
I am learning.
Mom is cooking, and Dad is working in the garden.
The girl who is looking at me is my neighbour.
Strategi pada bagian Reading Comprehension
Jawab pertanyaan gagasan utama dengan tepat.
Menjawab pertanyaan khusus dengan benar.
Komentar
Posting Komentar